Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

KUMPULAN WASIAT KH.M. ARWANI KUDUS

 1. Dadi wong sing iso syukur (Jadilah orang yang bisa bersyukur). 2. Nek ngaji jo dipekso sing penting usaha (Kalau belajar jangan terlalu dipaksakan, yang penting usaha). 3. Jo ngejar cepet, ngejaro lanyah (Jangan mengejar cepatnya hafal, tapi kejarlah penguasaan). 4. Eleng, cobone wong dewe-dewe (Ingatlah, cobaan seseorang itu masing-masing). 5. Saben dino dungakno kyaimu (Setiap hari

WASIAT PENTING KH.M. ARWANI AMIN

 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Kitab-Nya yang agung: “Dan janganlah kalian menjual ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit (murah).”Semua anak cucuku, santri Al-Qur’an, yang masih belajar di pondokku atau yang sudah boyong, sudah pulang ke rumah masing-masing. Aku gurumu Al-Qur’an menjalankan wasiat guruku Al-Qur’an Simbah KH. Munawir Allahu Yarham: “Aku dan guruku tidak mengizinkan

Mengenang Ibu Nyai Hj. Nur Ishmah

 Sebagai santri atau alumni putra di Yanbu'ul Qur'an Pusat, tentu saya sangat sedikit berinteraksi dengan beliau. Namun, ada beberapa kisah yang masih terekam dalam ingatan, diantaranya;Saat akan diadakan perhelatan Haflatul Hidzaq tahun 2005, kebetulan saya ditunjuk sebagai sekretaris panitia. Siang menjelang acara (H-1), saya dan panitia lain sedang menyelesaikan pembuatan dekorasi untuk acara

Selamat Jalan Ibu Nyai Hj. Nur Ishmah...

 Kepergiannya sangat mengagetkan, sebab saat saya sowan ke Kudus (Senin, 14 September 2020), tepatnya di ndalem Syaikhuna KH.M. Ulil Albab Arwani, saya tidak mendengar kabar apa-apa. Namun, sehari berikutnya (Selasa, 15 September 2020) saya mendengar kabar kalau Syaikhuna KH.M. Ulinnuha Arwani dirawat di RSI. Kudus. Dan malam itu juga, sebagai santri saya pun hanya bisa kirim fatihah untuk

Nyai Hj. Nur Ishmah, Ulama Perempuan Yang Ahli Qur'an

 Bu Is, begitulah santri-santri putra Yanbu'ul Qur'an Pusat menyebutnya. Beliau adalah putri ulama sekaligus wali besar dari Kajen Pati, yaitu KH. Abdullah Zein Salam (Mbah Abdullah Salam). Dari kecil hingga remaja beliau dididik di lingkungan pesantren milik abahnya hingga akhirnya bisa menguasai ulumussyariah. Setelah beranjak dewasa, beliau dipondokkan abahnya di pesantren asuhan KH.M. Arwani