Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kumpulan Nasihat

Pesan KH. Maimoen Zubair Pada Santri Yang Berumahtangga

“Mbesok nek wes omah-omah, Ojok lali angger mlebu neng omah moco Qulhu ping pisan” (Besok jika sudah berumah tangga, Setiap masuk rumah jangan lupa membaca surat Al-Ikhlas walaupun cuma sekali). Hal ini pernah Alfaqir dengar pas waktu ngaji kitab Is’adurrafiq dan salam dahulu sebelum membaca surat tersebut. “Beliau memang sering mengijazahkan bacaan ini kepada tamu yang mengadu kepada

Kumpulan Nasihat KH. Muslim Rifa’i (Mbah Liem)

Pelukis Nabila Dewi Gayatri mengaku punya pengalaman saat melukis KH. Muslim Rifa’i Imampuro atau Mbah Liem. Ia mengalami keadaan yang sangat senang hingga tertawa-tawa sendirian saat menggoreskan koas ke kanvasnya. “Saya mengalami suka yang belum pernah saya alami. Ketawa sendiri, sueneng, dan cepet selesai. Saya merasa bahagia, ngakak-ngakak,” katanya. Saat melukis kiai dari Pondok

Cara Menghadapi Para Pendosa

Syaikh Abdul Wahhab asy-Sya’rani dalam kitabnya, Tanbihul Mughtarrin berkisah, akhlak para shalihin rahimahumullah adalah berbelas kasih kepada pelaku dosa dan tidak merendahkannya. Mutharrif bin Abdillah berkata: “Barang siapa yang tidak menemukan pada dirinya sifat belas kasih kepada pendosa, maka hendaklah dia mendoakan mereka supaya bertaubat dan diberi ampunan. Sungguh, sebagian dari

Pesan Syaikh Ibnu Hajar Al-Asqalani Hadapi Pandemi (Wabah)

Dalam kitab Badzlul Maun Fi Fadlit-Thaun karya Syaikh Ibnu Hajar al-Asqalani. Pada halaman 328-331: “Sedang berkumpul untuk thaun (wabah/pandemi), seperti tata cara shalat istisqa adalah bid’ah yang baru dilakukan pada waktu terjadi thaun hebat tahun 749 H. Keterangan itu kulihat dalam kitab al-Juz nya Imam al-Manbaji setelah beliau tidak setuju dengan orang-orang yang mengumpulkan masyarakat

Kalam Hikmah Habib Salim bin Abdullah As-Syathiri

Mengapa orang baik sering tersakiti? Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya kecuali sedikit. Mengapa orang baik kerap tertipu? Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya, ia tak menyisakan sedikit pun prasangka bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianati nya. Mengapa orang